RSS
email
0

Antara Asap nd Abu, Mati Lampu dan Air Asin

Balik dari Jakarta plus pulang kampung, Q temukan kamar kosQ penuh dengan abu.
Whiahhh....terpaksa harus bersih2 nie.
Abis bersih2 capek, tp ada niatan buka kerjaan bentar. Buka doang, gak d apa2in.
eh.....mati lampu. Yaw dah, mandi dulu dengan peneranga lilin, eh....aernya asin.
Hiks.....semoga g ada yg lebih parah dari ini....
Read more
0

Jakarta oh Jakarta

Jakarta.....memang punya cerita. Hiuhhh....baru sehari aja d Jakarta udah bikin Q mual mules begini. Gimana yg sehari2nya hidup d sni ya? Polusi nggak kenal musim (untung gak tambah ada abu kayak d Pontianak), macet tiap hari, kenal matahari jarang2.... Tapi kenapa mereka bisa bertahan ya? Apa dasar aQnya ja yg 'ndeso'????
Read more
0

Manusia dan Keinginan

Kemaren temenQ sempet nanya "Kenapa ya, ketika keinginan Qt tercapai rasa bahagia yg Qt rasakan hanya sesaat. Pdhl klu dulu qt bayangin punya ini atau itu, seandainya Qt bengini atau begitu rasanya akan sangat berbahagia. Tp setelah keinginan itu tercapai, kok rasanya biasa aja"
Cm senyum aja c aQnya. Sambil bilang klu itu karna sifat alamiah manusia. Tidak pernah puas. Ketika tercapai satu keinginan Qt,akan menyusul keinginan yang lain. Jd y kebahagiaan itu tdk mutlak.
Iya nggak c?? Itu tadi pandanganQ lho......
Read more
0

Canon, Nikon, Sony, Pentax?????

Hwahaha......lagi naksir DSLR niy. Nikon D5000. Tapi stl tanya sana tanya sini harganya 9,5jt. Bussssetttt......
Klu nunggu turun, berapa taun lg ya???
Akhirnya cari2 referensi lain. Canon EOS450D, Pentax K200D, ato Sony alfa200. Dari hasil browsing, produk2 itu oke juga. Tapi, kenapa Q teteup kepikiran Nikon yach???
Aaarrrgghhh!!!!! Help me!!!!!
Turunkan harga Nikon D5000!!!!
:D :D
Read more
0

Really wanna be there

Tlah lama Q nantikan, dan hari ini mendapatkan sedikit pencerahan.
Tapi aQ takut berharap.
Takut kalau harapan ini takkan sampai pada kenyataan.
Takut m'hadapi apa yang kan terjadi di sana........
OOhhhh....really wanna be there
Read more
0

Hmmmfffhhhhh........

Rasanya hal2 seperti ini takkan pernah berakhir. efeknya bakal mengikutiQ sepanjang hidup. Mungkin satu2nya cara adalah dengan melepaskan mata rantainya. Tapi kayaknya aQ belum bisa benar2 merelakannya.............................
Read more
0

Me-Today

Hari ini, serasa tak mngerjakan apapun. waktu berlalu bgitu saja. how bout u?
Read more
0

Kenapa.............

Memahami orang lain ternyata bukan hal yang mudah. Bukan masalah bisa atau nggak bisa. Tapi mau atau nggak mau. Kadang-kadang, karena emosi dan perasaan benci atau antipati yang nggak berdasar, tak ada kemauan untuk memahami orang lain. Ketika dia bicara kita mendengar. Tapi sebenernya nggak benar-benar mendengar. Kata-kata Cuma numpang lewat. Masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Cuma bisa mendengar kata-kata sendiri. Ketika dia melakukan sesuatu, selalu salah. Apapun yang dilakukannya. Kita bisa melihat, tapi kita memilih untuk menutup mata. Kenapa??
Read more
0

Kulihat IBu Pertiwi........

Sedang bersusah hati.....
Air matanya berlinang, mas intan yang kau kenang
Hutan gunung sawah lautan, simpanan kekayaan
Kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa
Baris- baris lagu itu sudah diciptakan entah sejak kapan, yang pasti 30 tahun yang lalu sbelum illegal logging marak dibicarakan, sebelum hutan berubah jadi kebun sawit dan saat sungai sungai masih jernih, lagu itu sudah ada. Lagu itu sperti memperingatkan kita smwa untuk menggunakan simpanan kekayaan, ya gunung, sawah atopun lautan dengan sebaik-baiknya.
Namun apa yang terjadi kini.......................
Betapa berdukanya ibu pertiwi. Betapa berdukanya kita.
Hutan habis dibabat, gunung-gunung digunduli, sawah sawah mulai habis disulap jadi lapangan golf, lautan yang mulai dikotori...........
Siapa yang bertanggung jawab???Yg pertama pasti pemerintah membiarkan pelaku illegal logging brkeliaran, meloloskan maling maling dan cukong-cukong pemeras bumi.
Penjaga alam nggak punya gigi, nggak berarti apapun
Dan selanjutnya, kita semualah yang bersalah.
Lupa memperlakukan sesuatu yang ada di sekitar kita sebagai sesuatu yang berharga, tapi memperlakukan sesuatu sebagai barang murahan.
Tanya pada diri kita, sudahkan kita menjadi putra putri ibu pertiwi yang setia menjaga harta pusaka untuk nusa bangsa.
Seperti lanjutan dalam lirik lagu itu......
Ku lihat ibu pertiwi, kami datang berbakti
Lihatlah putra putrimu menggembirakan ibu
Ibu kami tetap cinta, putramu yang setia
Menjaga harta pusaka untuk nusa bangsa
Read more
0

Just Wanna say......

Selamat datang kembaliiii.........
Read more
 

Friends

Categories